Kode Otentikasi telah dikirim ke nomor telepon melalui WhatsApp
Refleks Tonic Labyrinthine Reflex (TLR) adalah salah satu refleks primitif yang muncul sejak bayi lahir dan berperan penting dalam perkembangan awal. Refleks ini membantu bayi dalam mengontrol postur tubuh, mengembangkan keseimbangan, serta menyesuaikan diri dengan gravitasi.
Namun, jika refleks ini tidak menghilang sesuai jadwalnya yaitu sekitar usia 3,5 tahun dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti keseimbangan yang buruk, kesulitan membaca dan menulis, serta tantangan dalam koordinasi motorik.
Bunda perlu memahami dampak refleks TLR yang belum terintegrasi dengan baik serta langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengatasi tantangan yang muncul. Simak penjelasan selengkapnya bersama Bunda dan si Kecil!
Refleks TLR berhubungan dengan posisi kepala terhadap gravitasi. Refleks ini memiliki dua bentuk utama:
TLR ke Depan
Jika kepala bayi menunduk, tubuhnya akan melipat ke depan, dengan tangan dan kaki yang menekuk.
Hal ini membantu bayi dalam perkembangan kontrol kepala dan persiapan untuk duduk serta merangkak.
.jpeg)
Foto: Internet
TLR ke Belakang
Jika kepala bayi mendongak, tubuhnya akan melengkung ke belakang, dengan kaki serta tangan yang merentang.
Berfungsi untuk mengembangkan keseimbangan tubuh saat bayi mulai berdiri dan berjalan.
Jika refleks ini tidak menghilang sesuai waktunya, anak dapat mengalami berbagai hambatan dalam perkembangan motorik dan kemampuan belajar.
Anak dengan refleks TLR yang masih aktif di usia di atas 3,5 tahun dapat mengalami beberapa tantangan berikut:
Sulit Merangkak dan Berjalan
Keterlambatan dalam merangkak, berjalan, atau berlari.
Kesulitan dalam mengembangkan kontrol tubuh saat bergerak.
Gangguan Postur dan Keseimbangan
Anak sering jatuh atau tersandung saat berjalan.
Postur tubuh tampak membungkuk atau kesulitan mempertahankan posisi tegak.
Kesulitan dalam Aktivitas Motorik Halus
Hambatan dalam menulis, menggambar, atau menyusun balok karena koordinasi tangan yang kurang baik.
Sulit Melewati Garis Tengah Tubuh
Kesulitan dalam aktivitas yang membutuhkan koordinasi antara kedua sisi tubuh, seperti menulis dengan tangan kanan sambil menahan kertas dengan tangan kiri.
Bingung Arah Kanan dan Kiri
Anak mengalami kesulitan dalam memahami instruksi arah yang berkaitan dengan kanan dan kiri, yang dapat berdampak pada pelajaran dan aktivitas fisik.
Kesulitan Mengikuti Gerakan Mata
Refleks ini bisa membuat anak mengalami kesulitan membaca, karena mereka sulit mengikuti kata per kata di dalam buku.
Sering melewatkan baris saat membaca atau cepat lelah ketika melihat tulisan dalam waktu lama.
Mudah Kelelahan Saat Duduk Lama
Anak sulit duduk diam dalam waktu lama, misalnya saat belajar atau menulis.
Perlu sering mengganti posisi duduk karena tubuhnya terasa tidak nyaman.
Kesulitan Beradaptasi dengan Gravitasi
Anak tidak suka bermain di tempat tinggi, seperti perosotan, jungkat-jungkit, atau ayunan.
.jpeg)
Foto: Internet
Merasa cemas saat berada di lingkungan yang membutuhkan penyesuaian keseimbangan.
Gangguan Regulasi Emosi
Sering mengalami mudah frustrasi atau cemas dalam situasi baru.
Kesulitan dalam menenangkan diri setelah mengalami rangsangan berlebihan.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda refleks TLR yang belum terintegrasi, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
Latihan Keseimbangan dan Koordinasi
Berlatih berjalan di atas garis lurus untuk meningkatkan keseimbangan.
Bermain dengan bola keseimbangan untuk memperkuat kontrol postur tubuh.
Latihan Motorik Kasar
Aktivitas seperti lompat tali, naik turun tangga, atau berjalan jinjit dapat membantu integrasi refleks.
Latihan push-up dinding untuk memperkuat kontrol tubuh bagian atas.
Latihan Koordinasi Mata-Tangan
Bermain dengan menyusun puzzle, melempar dan menangkap bola, atau menulis di papan tulis dapat meningkatkan koneksi antara mata dan tangan.
Terapi Fisik dan Okupasi
Jika anak mengalami kesulitan ekstrem, konsultasi dengan terapis okupasi atau fisioterapis bisa membantu memberikan latihan yang lebih spesifik.
Aktivitas Luar Ruangan
Bermain di taman bermain, berenang, atau bersepeda bisa membantu tubuh anak menyesuaikan dengan gerakan dan gravitasi.
Latihan Relaksasi dan Penguatan Otot Inti
Latihan pernapasan dalam untuk meningkatkan kontrol tubuh.
Melakukan gerakan yoga sederhana, seperti posisi duduk bersila dengan kepala tegak.
Jika refleks TLR tetap bertahan dan menyebabkan gangguan signifikan dalam aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan:
Dokter anak untuk evaluasi perkembangan motorik.
Terapis okupasi untuk membantu integrasi refleks.
Fisioterapis jika anak mengalami kesulitan dalam gerakan tubuh dan postur.
.jpeg)
Foto: Internet
Refleks TLR adalah bagian penting dalam perkembangan bayi yang membantu mereka belajar menyesuaikan tubuh dengan gravitasi, menjaga keseimbangan, serta mengontrol postur tubuh. Namun, jika refleks ini tidak menghilang sesuai waktunya, anak bisa mengalami berbagai tantangan dalam keseimbangan, koordinasi, motorik halus, dan kemampuan akademik. Melalui latihan yang tepat, terapi fisik, serta aktivitas keseimbangan, refleks ini bisa diintegrasikan agar anak bisa berkembang dengan optimal. Jika bunda melihat tanda-tanda refleks TLR yang masih aktif, berkonsultasi dengan ahli adalah langkah terbaik untuk mendapatkan dukungan yang sesuai.