Patah Hati Bukan Cuma Sakit di Perasaan, Tapi Bisa Melukai Jantung Secara Fisik
Patah Hati Bukan Cuma Sakit di Perasaan, Tapi Bisa Melukai Jantung Secara Fisik

Ketika mendengar kata “patah hati”, kebanyakan orang langsung mengaitkannya dengan kesedihan emosional: menangis, galau, dan kehilangan semangat. Tapi siapa sangka, patah hati yang sangat mendalam dapat memengaruhi kesehatan jantung secara nyata.
Kondisi medis ini disebut dengan Broken Heart Syndrome atau secara ilmiah dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy. Bukan sekadar istilah puitis, ini adalah gangguan jantung sementara yang bisa menyerang siapa saja, terutama wanita yang mengalami tekanan emosional yang berat. Simak penjelasan selengkapnya bersama Bunda dan si Kecil!

Apa Itu Broken Heart Syndrome?
Broken Heart Syndrome adalah kondisi medis di mana fungsi jantung terganggu akibat lonjakan emosi atau stres berat yang mendadak. Gejalanya menyerupai serangan jantung, meskipun tidak disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah.

Gejala yang biasanya muncul meliputi:
• Nyeri dada seperti tertindih beban berat
• Jantung berdebar tak beraturan
• Sesak napas meskipun tidak beraktivitas
• Tekanan darah yang menurun secara mendadak
• Kelelahan ekstrem

Pemicunya adalah stres emosional berat seperti kehilangan orang tercinta, konflik rumah tangga, pengkhianatan, atau beban mental yang menumpuk. Saat itu, tubuh merespons dengan memproduksi hormon stres seperti adrenalin dalam jumlah tinggi. Lonjakan ini membuat otot jantung melemah untuk sementara dan mengganggu fungsinya dalam memompa darah.

broken heart syndrome, patah hati dan jantung, gangguan jantung karena stres, takotsubo cardiomyopathy, patah hati mendalam, kesehatan mental ibu muda, emosi dan jantung, stres emosional dampaknya

Foto: Internet

Mengapa Wanita, Termasuk Bunda Muda, Lebih Rentan?
Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kasus Broken Heart Syndrome terjadi pada wanita, terutama yang berusia di atas 40 tahun. Meski begitu, bunda muda juga tidak boleh mengabaikan risikonya.
Bunda, apalagi yang baru memiliki anak atau sedang membesarkan balita, kerap mengalami tekanan emosional besar dalam kesehariannya, seperti:
• Stres karena kurang tidur dan beban pengasuhan
• Ketegangan dalam hubungan rumah tangga
• Perasaan kesepian walau berada di tengah keluarga
• Perubahan hormon pasca persalinan
• Rasa tidak dihargai atau kehilangan jati diri

Saat emosi-emosi ini menumpuk dan tidak tersalurkan, tubuh bisa memberikan reaksi fisik yang nyata salah satunya melalui gangguan fungsi jantung.

Apa yang Terjadi di Jantung Saat Emosi Terluka?
Dalam kondisi stres emosional ekstrem, sistem saraf simpatik akan mengaktifkan mode "fight or flight". Tubuh memproduksi hormon stres dalam jumlah besar yang menyebabkan:
• Denyut jantung menjadi cepat dan tidak teratur
• Pembuluh darah menyempit
• Otot jantung mengalami kelelahan
• Bagian jantung bisa berubah bentuk seperti balon

Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan bisa pulih dalam beberapa minggu. Namun, bukan berarti boleh dianggap remeh. Jika tidak ditangani, Broken Heart Syndrome bisa menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung, tekanan darah rendah, bahkan kematian mendadak pada kasus yang parah.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Bunda perlu waspada jika mengalami gejala berikut setelah kejadian emosional berat:
• Nyeri dada yang tiba-tiba dan tidak membaik
• Detak jantung terasa tidak normal atau melonjak drastis
• Sulit bernapas walau sedang beristirahat
• Gelisah dan sulit tidur karena kecemasan
• Merasa sangat lelah, bahkan untuk aktivitas ringan

Jika gejala ini muncul, segera temui dokter untuk evaluasi jantung. Jangan menunda atau menganggapnya sebagai efek biasa dari stres atau kelelahan.

broken heart syndrome, patah hati dan jantung, gangguan jantung karena stres, takotsubo cardiomyopathy, patah hati mendalam, kesehatan mental ibu muda, emosi dan jantung, stres emosional dampaknya

Foto: Internet

Menjaga Emosi agar Tidak Menyakiti Jantung
Sebagai bunda, kita sering merasa harus kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan. Namun, menyimpan emosi terlalu lama justru berbahaya bagi tubuh, termasuk jantung. Berikut beberapa cara yang bisa bunda lakukan untuk menjaga kesehatan emosional dan fisik:

  1. Berbagi Cerita dan Perasaan
    Ceritakan apa yang bunda rasakan kepada orang yang dipercaya. Entah itu pasangan, sahabat, atau profesional seperti konselor. Berbicara bisa sangat melegakan.

  2. Izinkan Diri untuk Merasa
    Merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang wajar. Jangan menekan perasaan tersebut, tapi coba hadapi dan terima dengan kasih.

  3. Lakukan Kegiatan yang Memberi Rasa Bahagia
    Berjalan kaki pagi hari, menulis jurnal, merawat tanaman, atau mendengarkan musik bisa menjadi cara sederhana untuk memperbaiki suasana hati.

  4. Rawat Kesehatan Fisik
    Cukup tidur, makan bergizi, dan tetap aktif secara fisik membantu menyeimbangkan hormon dan menjaga sistem saraf tetap tenang.

  5. Pertimbangkan Konseling Profesional
    Jika bunda merasa beban emosi terlalu berat untuk dihadapi sendiri, tidak ada salahnya mencari bantuan dari psikolog. Konseling adalah langkah sehat, bukan tanda kelemahan.

broken heart syndrome, patah hati dan jantung, gangguan jantung karena stres, takotsubo cardiomyopathy, patah hati mendalam, kesehatan mental ibu muda, emosi dan jantung, stres emosional dampaknya

Foto: Internet​​​​​​​

Menyayangi Diri Adalah Bagian dari Menyayangi Keluarga
Sebagai pusat dari keluarga, kondisi emosional dan fisik bunda berpengaruh besar pada suasana rumah dan perkembangan anak. Ketika hati bunda sedang rapuh, anak pun bisa merasakan getarannya. Oleh karena itu, menjaga hati dan kesehatan jantung bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi mereka yang bunda cintai. Patah hati bukan hanya soal perasaan. Ia bisa menjalar hingga ke jantung dan mengganggu fungsi vital tubuh. Maka, jangan abaikan kesedihan yang berlarut, apalagi jika disertai gejala fisik. Berikan ruang untuk memulihkan luka, dan izinkan diri untuk disayangi, termasuk oleh diri sendiri.

Artikel yang berkaitan