Kode Otentikasi telah dikirim ke nomor telepon melalui WhatsApp
Ketika memiliki lebih dari satu anak, konflik antar saudara, terutama soal rebutan mainan, sering terjadi. Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa perebutan mainan bukan sekadar masalah kepemilikan, tetapi juga tentang bagaimana anak belajar berbagi, bernegosiasi, dan mengelola emosinya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi ini dengan cara yang positif. Yuk, simak bersama Bunda dan si Kecil!
1. Kenali Alasan di Balik Perebutan Mainan
Sebelum bereaksi terhadap perebutan mainan, penting untuk memahami alasan di balik perilaku kakak. Apakah kakak merasa kurang diperhatikan? Apakah ia hanya ingin mencoba mainan adik? Atau mungkin ia belum paham konsep berbagi? Dengan memahami alasan ini, orang tua bisa merespons dengan lebih bijak.
Misalnya, jika kakak merebut mainan karena penasaran, orang tua bisa berkata, "Kakak ingin coba mainan adik ya? Yuk, kita lihat dulu bagaimana cara adik bermain." Jika alasan utamanya adalah kurang perhatian, mungkin anak membutuhkan lebih banyak waktu bersama orang tua.
Foto : Internet
2. Ajarkan Kakak untuk Meminta dengan Baik
Daripada langsung melarang, ajarkan kakak untuk meminta izin sebelum mengambil mainan adik. Orang tua bisa mengatakan, "Kalau kakak ingin mainan adik, coba tanya dulu. Mungkin adik mau berbagi kalau kakak minta dengan baik."
Bantu kakak memahami perasaan adik dengan mencontohkan kalimat yang lebih positif, misalnya, "Adek, bolehkah kakak mencoba sebentar mainanmu?" Dengan cara ini, anak belajar bahwa meminta izin lebih efektif daripada merebut.
3. Gunakan Pendekatan Empati
Anak-anak perlu memahami bagaimana perasaan orang lain ketika mainannya direbut. Orang tua bisa mengatakan, "Coba lihat wajah adik, kak. Sepertinya dia kaget dan sedih karena mainannya tiba-tiba diambil. Menurut kakak, bagaimana perasaan adik?"
Mengajak anak untuk berpikir dari sudut pandang orang lain bisa membantu mereka lebih memahami dampak perbuatannya. Ini adalah langkah awal untuk mengembangkan empati pada anak.
4. Mengajarkan Konsep Bergantian
Salah satu cara efektif untuk menghindari konflik adalah dengan mengajarkan konsep bergantian. Katakan kepada kakak, "Kak, adik masih ingin bermain sebentar. Setelah lima menit, giliran kakak, ya."
Gunakan alat bantu seperti timer atau jam pasir untuk membantu anak memahami konsep waktu. Dengan cara ini, anak tidak merasa harus merebut mainan untuk bisa mendapatkannya.
Foto : Internet
5. Memberikan Pilihan Alternatif
Jika kakak tetap ingin bermain dengan mainan adik, tawarkan alternatif lain. "Kalau kakak ingin bermain sekarang, bagaimana kalau kita cari mainan lain dulu? Kakak bisa main dengan ini sementara menunggu adik selesai."
Dengan memberikan pilihan, anak merasa memiliki kendali atas situasi dan lebih mudah menerima solusi tanpa harus bertengkar.
6. Ajarkan Berbagi dengan Cara yang Menyenangkan
Berbagi bisa menjadi konsep yang sulit bagi anak kecil. Bunda bisa mengenalkan berbagi dengan permainan, misalnya dengan bermain bersama satu mainan secara bergantian. Bisa juga dengan mengatakan, "Kakak bisa ajak adik main bersama, jadi lebih seru!"
Gunakan cerita atau dongeng tentang berbagi untuk membantu anak memahami konsep ini. Misalnya, ceritakan tentang tokoh yang belajar berbagi dan akhirnya mendapatkan teman bermain yang lebih menyenangkan.
7. Berikan Perhatian Lebih pada Kakak
Jika kakak sering merebut mainan adik, bisa jadi ia merasa adik mendapatkan lebih banyak perhatian dari Bunda. Cobalah untuk menyediakan waktu khusus untuk kakak, misalnya dengan melakukan aktivitas favoritnya tanpa gangguan dari adik.
Dengan meluangkan waktu berdua, kakak akan merasa lebih diperhatikan dan tidak perlu "merebut" perhatian melalui tindakan negatif.
Foto : Internet
8. Konsisten dalam Aturan
Agar anak memahami bahwa merebut bukanlah cara yang benar, orang tua harus konsisten dalam memberikan aturan. Jika orang tua sesekali membiarkan kakak merebut mainan adik, anak akan menganggap ini sebagai sesuatu yang bisa diterima.
Tetapkan aturan yang jelas, misalnya, "Di rumah ini, kita harus meminta izin sebelum mengambil sesuatu milik orang lain." Pastikan aturan ini berlaku untuk semua anggota keluarga, termasuk Bunda, agar anak bisa mencontoh perilaku yang benar.
Kesimpulan
Perebutan mainan antara kakak dan adik adalah hal yang wajar, tetapi dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat. Dengan mengajarkan empati, berbagi, dan komunikasi yang baik, anak-anak dapat belajar untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih positif.
Sebagai orang tua, peran Bunda bukan hanya sebagai penengah, tetapi juga sebagai pendidik yang membantu anak memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang penuh kasih dan pengertian.